Selasa, 07 Juni 2011

MANAJEMEN PENGGUNAAN DANA BANK


MANAJEMEN PENGGUNAAN DANA BANK
Sumber penempatan dana dan strategi bank dalam menempatkan dana tersebut berdasarkan tujuan bank antara lain:
·         Mencapai tingkat profitability yang besar.
·         Mempertahankan kepercayaan masyarakat dengan menjaga agar posisi likuiditas tetap aman.
Dengan menggabungkan kedua tujuan tersebut, maka penempatan dana bank diarahkan sedemikian rupa agar pada saat yang diperlukan semua kepentingan nasabah dapat terpenuhi.
Apabila sumber dana bank tercatat pada neraca bank sisi passiva, maka penggunaan dana bank tercantum pada sisi aktiva. Sedangkan penggunaan dana bank secara umum dibagi menjadi dua bagian utama, yaitu :
·         Aktiva yang tidak menghasilkan (non earning assets)
·         Aktiva yang menghasilkan  (earning assets)

6.1 AKTIVA TANG TIDAK MENGHASILKAN
Aktiva yang tidak menghasilkan merupakan penempatan dana oleh bank dalam aset yang tidak menghasilkan keuntungan secara finansial, akan tetapi penempatan tersebut harus dilakukan oleh bank untuk memenuhi kewajiban kepada nasabah dan untuk kepentingan bank sendiri. Penanaman tersebut terdiri dari :
·         Primary reserve
·         Penanaman dana dalam aktiva tetap
6.1.1 Primary Reserve
Primary reserve merupakan cadangan utama yang wajib dipelihara bank demi memenuhi kewajiban likuiditasnya. Primary reserve terdiri dari :
a.      Kas Fisik yang Disimpan di Bank
Kas fisik merupakan uang tunai yang dipergunakan sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia. Uang ini terdiri dari uang kertas dan uang logam. Uang yang berlaku saat ini dengan pecahan Rp100.000,00, Rp50.000,00, Rp20.000,00, Rp10.000,00, Rp5.000,00, Rp1.000,00, Rp500,00, Rp100,00 (untuk uang kertas) dan Rp1.000,00, Rp500,00, Rp100,00, Rp50,00, Rp25,00, (untuk uang logam). Uang ini dalam skala makro merupan bagian dari Jumlah Uang Beredar (JUB).
b.      Saldo Giro di Bank Indonesia
Saldo Giro di Bank Indonesia merupakan simpanan bank-bank umum yang tercatat dalam rekening giro di Bank Indonesia. Saldo giro ini lebih dikenal dengan nama Giro wajib Minimum (GMW) adalah merupakan saldo giro minimum bank yang wajib dipelihara oleh bank-bank umum setiap harinya.
Saldo Giro Minimum diwajibkan oleh Bank Indonesia dengan maksud agar semua kewajiban likuiditas bank dapat segera dipenuhi, kewajiban tersebut antara lain penarikan dana melalui kliring, penarikan dana pemerintah, penarikan dana kreditlikuiditas Bank Indonesia (KLBI) dan kewajiban-kewajiban lainnya.
Agar bank mempunyai dana yang cukup, maka Bank Indonesia menetapkan besarnya GWM tersebut sebesar minimal 5% dari rata-rata harian dana pihak ketiga dalam satu masa laporan pada 2 (dua) masa laporan sebelumnya.
·         GWM harian untuk masa laporan sejak tanggal 1 sampai dengan tanggal 7 adalah minimal sebesar 5% dari rata-rata dana pihak ketiga dalam masa laporan sejak tanggal 16 sampai dengan tanggal 23 bulan sebelumnya.
·         GWM harian untuk masa laporan sejak tanggal 8 sampai dengan tanggal 15 adalah minimal sebesar 5% dari rata-rata pihak ketiga dalam masa laporan sejak tanggal 24 sampai dengan tanggal akhir bulan sebelumnya.
·         GWM harian untuk mas alaporan sejak tanggal 16 sampai dengan tanggal 23 adalah minimal sebesar 5% dari rata-rata dana pihak ketiga dalam masa laporan sejak tanggal 1 sampai dengan tanggal 7 bulan yang sama.
·         GWM harian untuk masa laporan sejak tanggal 24 sampai dengan tanggal akhir bulan adalah minimal sebesar 5% dari rata-rata dana pihak ketiga dalam masa laporan sejak tanggal 8 sampai dengan tanggal 15 bulan yang sama.

6.1.2. Aktiva Tetap
Penanaman dala aktiva tetap terdiri dari dua kelompok, yaitu aktiva tetap dan inventaris kantor, dan persediaan barang percetakan. Aktiva tetap dibedakan menjadii dua, yaitu aktiva tetap tidak bergerak dan aktiva tetap bergerak. Aktiva tetap yang tidak bergerak, misalnya gedung dan tanah, sedangkan aktiva tetap yang bergerak, misalnya kendaraan, komputer, dan sebagainya. Semua aktiva tersebut dicatat sebagai inventaris kantor bank yang bersangkutan. Sedangkan barang percetakan merupakan percetakan yang dipergunakan dalam aplikasi-aplikasi produk bank. Hal ini diperlukan dengan maksud untuk memudahkan bank dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam pembukuan bank penanaman dala bentuk aktiva tetap tersebut harus disusutkan dan dibebankan kepada setiap harga produk yang ditawarkan. Oleh karena itu konsep yang diterapkan untuk mengelola aktiva tetap adalah mengelompokkan aktiva tetap menjadi dua, yaitu aktiva yang habis sekali pakai dan aktiva yang dapat dipergunakan berulang-ulang. Aktiva yang habis pakai sekali pakai adalah barang-barang percetakan, sehingga setiap terjadi pemakaian langsung dibuku sebagai biaya. Sedangkan aktiva yang dapat dipergunakan berulang kali harus dilakukan penyusutan setiap bulan dan dibuku sebagai biaya. Untuk melakukan penyusutan ini, umur aktiva dibagi menjadi tiga kelompok yaitu :
ü  Tanah : Umur aktiva tak terbatas, sehingga tidak perlu disusutkan.
ü  Bangunan : Umur aktiva 20 tahun, disusutkan setiap bulan selama 20 tahun.
ü  Aktiva lainnya : Umur aktiva 5 tahun, disusutkan setiap bulan selama 5 tahun.
Untuk memudahkan perhitungan, penyusutan setiap bulan besarnya sama untuk jangka waktu selama umur aktiva tersebut. Pada saat akumulasi penyusutan telah mencapai 100%, maka diusahakan agar selisih antara nilai aktiva akumulasi penyusutannya bernilai 1. Angka satu menunjukkan bahwa barang masih ada dalam administrasi bank.
Selanjutnya mekanisme pembukuan dari pengadaan barang sampai dipergunakan adalah sebagai berikut :
  1. Barang Percetakan
Pada saat pembelian dibuku dengan jurnal :
Debit : Persediaan barang percetakan
Kredit : Kas
Pada saat menggunakan barang percetakan dibuku dengan jurnal :
Debit : Biaya percetakan
Kredit : Persediaan barang percetakan
  1. Barang Aktiva Tetap
Pada saat pembelian dibuku dengan jurnal :
Debit : Aktiva tetap/inventaris kantor
Kredit : Kas
Setiap bulan harus dilakukan penyusutan barang aktiva tetap/inventaris kantor dan dibuku dengan jurnal :
Debit : Biaya penyusutan aktiva/inventaris kantor
Kredit : Akumulasi penyusutan aktiva tetap/inventaris kantor
Dengan demikian setiap bulan biaya penggunaan aktiva tetap/inventaris kantor tersebut telah diperhitungkan dalam setiap harga produk yang dijual bank. 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar